Barangkali kesibukan telah menyita kata-kata, membungkam bahasa, hingga kejujuran menjadi seperti malam.
Bahkan waktu tidak terhitung berapa lamanya kita dipisahkan. Kebuntuan, seperti hidup sebuah tembok yang kian hari kian menjulang, kita semakin tak terlihat dan terhalang.
Kini, dengan kerutan kepala yang semakin menjadi, aku berusaha menghidupkan kembali. Berusaha kembali. Dengan keterbataan kata-kata, dengan semakin kompleksnya buah pikiran melanda.
-MY
Minggu, 16/02/25
Komentar
Posting Komentar